Pencarian Korban Longsor Cisarua Dilanjutkan pada Pagi Hari Minggu
Tim SAR gabungan melanjutkan tugas penting mereka dalam pencarian korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Meskipun pencarian sempat dihentikan akibat kondisi cuaca yang buruk dan medan yang tidak aman, usaha untuk menemukan korban tetap menjadi prioritas utama.
Pencarian yang dihentikan sementara ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi bersama semua pihak yang terlibat, termasuk Pemerintah Daerah, Polri, dan para relawan yang telah bekerja keras. Hal ini penting agar pencarian dapat dilakukan dengan lebih terorganisir dan efektif.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa evaluasi ini sangat diperlukan. Tim berencana untuk melanjutkan pencarian pada pagi hari, mengadakan apel dan briefing untuk menentukan titik fokus pencarian berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan.
Proses Pencarian Korban Longsor di Cisarua
Pada hari pertama pencarian, tim SAR berhasil mengevakuasi sejumlah korban. Total ada sembilan korban yang ditemukan meninggal dunia, yang menunjukkan betapa seriusnya situasi ini. Tim DVI juga terus melakukan identifikasi terhadap korban yang berhasil dievakuasi.
Berdasarkan data awal, terdapat sekitar 84 orang yang dilaporkan tertimbun di bawah longsoran tanah. Angka ini menimbulkan kekhawatiran dan urgensi lebih dalam proses pencarian. Upaya untuk menemukan mereka yang selamat menjadi krusial.
Metode pencarian yang digunakan sangat bergantung pada kondisi lapangan. Walaupun alat berat sudah disiapkan, penggunaannya harus disesuaikan agar tidak membahayakan tim penyelamat. Longsoran yang terdiri dari tanah bercampur air membuat medan menjadi sangat lunak, sehingga penerapan alat berat harus hati-hati.
Tantangan Cuaca dan Kondisi Medan saat Pencarian
Cuaca yang tidak stabil menjadi salah satu hambatan yang dihadapi tim SAR selama pencarian berlangsung. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menjadikan kondisi medan semakin sulit. Keterbatasan ini mempengaruhi keberhasilan pencarian dan penyelamatan korban.
Ketebalan timbunan longsor diperkirakan mencapai sekitar lima meter, dan dampaknya telah menutup area selebar kurang lebih 100 meter. Jarak dari mahkota longsoran mencapai sekitar tiga kilometer ke titik akhir, yang menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencarian.
Laporan dari Kepala Desa Pasirlangu juga mengungkapkan bahwa 30 rumah terkena dampak dari bencana ini, yang melibatkan total 34 kepala keluarga. Sekitar 300 hingga 400 orang diperkirakan menjadi pengungsi akibat peristiwa tersebut.
Modifikasi Cuaca untuk Mendukung Pencarian Korban
Untuk mendukung kelancaran proses pencarian, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan rencana untuk melakukan modifikasi cuaca di wilayah terdampak. Inisiatif ini bertujuan agar hujan dapat diminimalisir, sehingga memfasilitasi tim SAR dalam melakukan pencarian dengan lebih efektif.
Pemimpin daerah berharap bahwa modifikasi cuaca yang direncanakan dapat memberikan hasil yang positif dan mempercepat pencarian korban. Kegiatan ini dipandang sebagai langkah prioritas untuk mengatasi situasi yang sangat mendesak.
Dengan melibatkan berbagai pihak, harapan untuk menemukan korban dan menjaga keselamatan tim penyelamat tetap fokus. Upaya yang dilakukan tidak hanya menyangkut pencarian, tetapi juga mitigasi bencana di masa yang akan datang agar kejadian serupa tidak terulang.




