250 Warga Tangerang Terjebak Akibat Banjir dan Luapan Sungai Cidurian
Ratusan warga di Kampung Parung Ceuri dan Kampung Lebak Gedong, Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, masih terisolasi akibat banjir yang melanda kawasan tersebut sejak Rabu hingga Sabtu. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya aliran Sungai Cidurian, sehingga akses menuju lokasi terputus dan menyulitkan proses evakuasi.
Camat Jayanti, Yandri Permana, mengungkapkan bahwa sekitar 250 jiwa dari 88 kepala keluarga belum bisa mencapai tempat aman. Kondisi ini membuat mereka terjebak di lingkungan yang digenangi air, dengan ketinggian mencapai 5 meter di beberapa titik.
“Ada sekitar 88 keluarga atau 250 jiwa yang terisolir di kampung Parung Ceuri dan Lebak Gedong, Desa Cikande,” kata Yandri, saat memberikan keterangan kepada pihak media.
Kondisi Terkini di Beberapa Daerah Terdampak Banjir
Yandri menjelaskan bahwa dua kampung yang terisolasi merupakan bagian dari sembilan titik banjir lain yang terdapat di Desa Jayanti, Pasir Gintung, dan Pasir Muncang. Ketinggian air sangat bervariasi, mencapai antara 70 sentimeter hingga 5 meter di titik terdalam.
Pihak berwenang terus memantau harga debit air yang meningkat dari Sungai Cidurian. “Saat ini, ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga 5 meter,” ungkapnya.
Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat evakuasi semakin sulit. Masyarakat dan petugas harus mempersiapkan diri dengan strategi yang lebih baik untuk menghadapi situasi ini.
Hambatan dalam Proses Evakuasi Warga Terisolasi
Proses evakuasi warga yang terjebak di lokasi banjir terhambat kurangnya peralatan kebencanaan. Yandri mencatat bahwa arus sungai yang sangat deras membuat penggunaan perahu dayung tidak memungkinkan untuk menyelamatkan mereka.
“Arus sungai sangat deras. Jika menggunakan perahu karet yang didayung, evakuasi tidak dapat dilakukan. Kami memerlukan perahu bermesin untuk meningkatkan efektivitas evakuasi,” jelas Yandri.
Koordinasi dengan pihak berwenang sangat dibutuhkan untuk mengatasi keadaan darurat ini, dan petugas tetap berusaha maksimal meski menghadapi banyak tantangan.
Upaya Pihak Berwenang untuk Meningkatkan Keamanan Warga
Dalam usaha membantu masyarakat yang terjebak, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan TNI untuk meminta bantuan perahu bermesin. Yandri yakin bahwa dukungan ini sangat vital dalam upaya penyelamatan warga yang terisolasi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan TNI agar dapat mengirimkan perahu bermesin untuk membantu mengevakuasi warga yang masih terjebak,” ujarnya. Kesediaan kedua pihak untuk bekerja sama menjadi langkah penting dalam menangani bencana ini.
Diharapkan, dengan adanya kerjasama yang baik antara masyarakat, pihak kecamatan, dan TNI, proses evakuasi dapat dilakukan secepat mungkin agar tidak ada nyawa yang terancam.




