Kereta Api Tabrak Minibus di Tebingtinggi, 8 Orang Tewas
Insiden tragis baru-baru ini melibatkan kereta yang menabrak mobil minibus di perlintasan tanpa palang pintu, yang terjadi di Sumatera Utara. Peristiwa ini menyebabkan delapan orang kehilangan nyawa dan satu orang mengalami luka kritis, menimbulkan keprihatinan yang mendalam di masyarakat.
Kereta Api Sribilah Utama yang dalam perjalanan melintas pada jalur resmi, tiba-tiba berhadapan dengan situasi yang tidak terduga. Masinis kereta sudah berusaha mengeluarkan peringatan, tetapi nasib buruk menimpa penumpang di dalam minibus.
Setibanya di lokasi, kereta yang membawa penumpang terpaksa mengalami kerusakan akibat tabrakan. Pihak terkait kemudian mengambil langkah cepat untuk mengevakuasi korban dan memperbaiki kereta agar perjalanan dapat dilanjutkan.
Rincian Kejadian yang Bikin Takut
Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 21 Januari sekitar pukul 18.24 WIB. Saat itu, KA Sribilah Utama dalam perjalanan dari Rantau Prapat menuju Medan. Namun, sebuah minibus melintas di perlintasan tanpa memperhatikan keadaan sekitar, yang menjadi penyebab utama insiden mematikan ini.
Menurut Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, masinis sudah membunyikan suling lokomotif berulang kali. Namun, minibus yang dikemudikan diduga tidak memperhatikan sinyal, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Dari laporan yang ada, minibus itu tidak memiliki palang pintu sebagai pengaman. Hal ini tentunya menambah bahaya yang dihadapi oleh pengemudi dan penumpangnya, sehingga insiden ini dapat dijadikan pelajaran penting bagi semua pengguna jalan.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah kejadian, tim dari KAI dan kepolisian segera melakukan evakuasi terhadap korban. Semua penumpang minibus yang berjumlah delapan orang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara di Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, delapan orang dinyatakan meninggal dunia, sementara satu orang mengalami luka-luka parah.
Upaya pemindahan kendaraan minibus juga berlangsung cepat. Tim petugas bersama dengan warga sekitar turut serta membantu menyingkirkan mobil dari jalur kereta agar tidak mengganggu lalu lintas kereta lainnya.
Sementara itu, kereta yang mengalami kerusakan tidak bisa melanjutkan perjalanan dan harus menunggu bantuan dari lokomotif penolong. Langkah-langkah penanganan ini menunjukkan respons cepat dari pihak terkait untuk meminimalisir dampak dari insiden.
Komunikasi dan Permintaan Maaf KAI
KAI Divre I Sumatera Utara memberikan pernyataan resmi dan meminta maaf kepada para pelanggan KA Sribilah Utama atas keterlambatan yang disebabkan oleh insiden tersebut. Para penumpang yang terpaksa mengalami keterlambatan diharapkan bisa memahami situasi yang terjadi.
Seiring dengan itu, pihak KAI juga menegaskan pentingnya keselamatan di jalur perlintasan kereta api. Mereka mengingatkan semua pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan memastikan bahwa jalur aman sebelum melintasi perlintasan sebidang.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas yang telah membantu dalam proses evakuasi dan perbaikan. Komitmen untuk memperbaiki situasi dan meningkatkan keselamatan menjadi fokus utama KAI ke depan.




