Inara Rusli Cabut Laporan Penipuan, Polisi Periksa Fahmi Besok
Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Insanul Fahmi terkait pencabutan laporan dugaan penipuan oleh Inara Rusli. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya upaya perdamaian antara kedua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.
Pengakuan dari Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, menyatakan bahwa pemeriksaan ini penting untuk mengonfirmasi detail perdamaian yang telah terjadi. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya pihak kepolisian dalam menangani kasus ini dan memastikan semua prosedur hukum diikuti.
Pemeriksaan terhadap Insanul dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20 Januari pukul 10.00 WIB. Andaru menekankan pentingnya kehadiran Insanul dalam proses ini, meskipun belum ada kepastian apakah ia akan hadir sesuai jadwal yang ditentukan.
Pencabutan Laporan Oleh Inara Rusli
Pada hari Senin, 29 Desember, Inara Rusli memutuskan untuk mencabut laporannya terhadap Insanul Fahmi. Keputusan ini diambil setelah ia berkonsultasi dengan seorang ulama, Buya Yahya, yang memberikan nasihat penting terkait situasi tersebut.
Meskipun laporan tersebut telah dicabut, proses hukum tetap berjalan dan penyidik memerlukan keterangan dari Insanul sebagai bagian dari investigasi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua aspek hukum diatur dengan baik.
Inara menjelaskan bahwa dia mengambil keputusan ini karena hubungan mereka yang sudah dianggap seperti suami istri secara agama. Meskipun belum ada pencatatan resmi, ia merasa bahwa pernikahan mereka sah menurut syariat Islam.
Dialog Keluarga dan Perdamaian
Inara mengaku telah mengadakan dialog dengan keluarga Insanul untuk mencapai kesepakatan damai. Pertemuan ini menunjukkan itikad baik dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang ada secara kekeluargaan.
Dalam dialog tersebut, Insanul juga memberikan penjelasan terkait hubungan mereka dan suasana yang tercipta menunjukkan bahwa kedua keluarga saling menghormati satu sama lain. Ini adalah langkah yang positif dalam menyelesaikan konflik yang mungkin terjadi.
Salah satu tujuan dari pertemuan ini adalah untuk menciptakan suasana yang harmonis dan menghindari perpecahan lebih lanjut. Inara berharap dengan semua langkah ini, hubungan mereka dapat menjadi lebih kuat.
Proses Hukum dan Restorasi Keadilan
Proses hukum tidak hanya berfokus pada resolusi konflik, tetapi juga memainkan peran penting dalam restorasi keadilan. Dalam hal ini, prosedur restorative justice diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih manusiawi.
Kompol Andaru menegaskan pentingnya kehadiran Insanul untuk memberikan keterangan, yang akan menjadi syarat formil untuk melanjutkan proses restorative justice ini. Hal ini menunjukkan keterlibatan aktif penyidik dalam mencari solusi terbaik bagi semua pihak terkait.
Dengan adanya pendekatan restorative justice, diharapkan konflik yang terjadi dapat diselesaikan tanpa harus melalui proses pengadilan yang panjang dan melelahkan. Ini adalah bentuk alternatif yang lebih efektif dalam menangani permasalahan hukum.




