Bencana Longsor Rusak Rumah Warga di Pamekasan dan Situbondo
Bencana longsor baru-baru ini melanda Dusun Paseset Timur, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Peristiwa ini telah menimbulkan kerusakan signifikan, dengan sepuluh rumah yang dihuni oleh tiga belas kepala keluarga mengalami ancaman untuk tidak layak huni.
Kerusakan parah terlihat pada struktur bangunan, dengan dinding yang retak, ambles di bagian fondasi, dan bahkan beberapa rumah yang sudah miring. Situasi ini memaksa para warga untuk lebih waspada karena ada potensi longsor susulan yang bisa terjadi.
Salah satu warga yang terdampak, Asmui, menjelaskan bahwa peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2023. Namun, kerusakan kali ini jauh lebih parah, dan banyak rumah kini dianggap tidak aman untuk ditempati.
Bencana Longsor dan Dampaknya Terhadap Masyarakat di Pamekasan
Longsor yang terjadi menimbulkan dampak langsung bagi masyarakat, terutama mengenai tempat tinggal yang harus mereka huni. Akibat kerusakan ini, banyak penghuni merasa terpaksa untuk mencari tempat tinggal sementara.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Desa Sana Daja, Uswatun Ekasanah, pihaknya menyatakan bahwa perbaikan fisik rumah yang rusak perlu koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah daerah. Ini menunjukkan pentingnya peran pemerintah dalam melakukan penanganan sesuai dengan prosedur yang ada.
Pentingnya keselamatan warga menjadi prioritas utama, sehingga langkah-langkah cepat perlu dilakukan untuk melindungi masyarakat. Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, mengusulkan solusi relokasi sebagai cara efektif guna menghindari risiko yang lebih tinggi di masa mendatang.
Kondisi Geografis dan Faktor Penyebab Longsor yang Terjadi
Kondisi geografis di wilayah Pamekasan memang rentan terhadap bencana longsor, terutama pada musim hujan. Curah hujan yang tinggi dapat membuat tanah lebih labil dan berpotensi longsor jika tidak ada penanganan yang tepat.
Warga lokal telah menggambarkan bagaimana hujan deras menyebabkan tanah menjadi sangat labil, sehingga memicu terjadinya longsor. Dalam hal ini, kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana harus terus ditingkatkan di kalangan masyarakat agar siap menghadapi situasi serupa di masa mendatang.
Dengan meningkatnya frekuensi bencana alam di beberapa daerah, masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam melakukan tindakan preventif. Hal ini meliputi perencanaan tata ruang yang baik dan membangun infrastruktur yang mampu menahan dampak lingkungan.
Penanganan Pasca Longsor dan Rencana Relokasi Warga
Menanggapi bencana yang terjadi, pihak pemerintah daerah berkomitmen untuk membantu warga dalam proses pemulihan. Koordinasi antara pihak desa dan instansi terkait sangat diperlukan agar penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan efektif.
Ali Masykur juga menekankan pentingnya pemerataan distribusi bantuan kepada para korban. Bantuan ini bisa berupa pembangunan hunian baru, yang jauh dari lokasi rawan longsor, sehingga mengurangi risiko kecelakaan di masa depan.
Evaluasi mendalam terhadap lokasi yang aman untuk relokasi perlu segera dilakukan. Hal ini demi menjamin keselamatan warganya dan menghindari terulangnya bencana yang serupa di lain waktu.




