Banjir Cikande Tangerang Sudah 5 Hari, Tinggi Air Masih 2 Meter
Banjir telah melanda ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten. Fenomena ini sudah berlangsung selama lima hari setelah meluapnya Sungai Cidurian dan membuat warga terpaksa tinggal di posko pengungsian. Lingkungan yang biasa mereka huni kini tenggelam, dan keadaan ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak.
Sejak hari Senin (12/1), air telah menggenangi wilayah tersebut dengan cepat, merendam rumah-rumah di sekitarnya. Ketinggian air yang bervariasi antara 60 sentimeter hingga 2 meter menyulitkan mobilitas warga setempat.
Di lokasi yang terkena dampak, sejumlah perahu evakuasi stand by untuk membantu mereka yang terjebak. Beberapa warga berusaha mengamankan barang-barang berharga dan elektronik dari genangan air, tetapi situasi tetap menegangkan.
Permasalahan yang Ditimbulkan oleh Banjir di Taman Cikande
Air bah yang meluap jelas mengganggu kehidupan sehari-hari warga Perumahan Taman Cikande. Mereka terpaksa mencari tempat aman untuk berlindung sambil menunggu keadaan membaik.
Meskipun banjir menjadi ancaman, aktivitas di dapur umum masih berlangsung. Warga bekerja sama menyiapkan makanan untuk mereka yang terpaksa mengungsi atau bertahan di rumah masing-masing.
Situasi di posko pengungsian sangat padat, terutama dengan banyaknya anak-anak yang berusaha menghadapi kejenuhan. Mereka memainkan gadget atau berinteraksi satu sama lain, tetapi suasana tetap tegang mengingat situasi yang tidak menentu.
Dampak Emosional dan Psikologis pada Anak-Anak Korban Banjir
Dalam konteks ini, masalah psikologis muncul sebagai isu penting. Banyak anak-anak di pengungsian mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan setelah berhari-hari terjebak di tempat tersebut.
Salah satu pengungsi, Liharmawati, melaporkan bahwa anaknya sering menanyakan kapan mereka akan kembali ke rumah. Kegalauan dan kebosanan mulai terlihat, menunjukkan dampak emosional yang serius dari bencana ini.
Selain itu, tidak hanya anak-anak yang merasakan dampak, orang tua pun merasa cemas. Mereka harus tetap menjaga semangat anak-anak di tengah ketidakpastian yang menyelimuti masa depan.
Pentingnya Kegiatan Pemulihan Psikologis dan Materi
Mengingat tingginya tingkat stres di antara anak-anak, kegiatan trauma healing dan dukungan psikologis sangat diperlukan. Keberadaan pendamping psikologis diharapkan bisa memberikan sedikit kelegaan bagi mereka yang terpengaruh.
Di sisi lain, beberapa anak membutuhkan perlengkapan sekolah yang hilang atau rusak akibat banjir. Hal ini semakin menambah beban emosional, di mana mereka harus menghadapi bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga alat pendidikan.
Upaya pemulihan yang melibatkan masyarakat setempat, serta dukungan dari pihak luar, sangat penting dalam menghadapi situasi ini. Tidak hanya aspek fisik, tetapi juga kebutuhan psikologis harus menjadi perhatian utama.




